Rabu, 13 Desember 2017

iman kepada malaikat

IMAN KEPADA MALAIKAT

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Materi PAI
Senin, 9 Oktober 2017
Ruang: 301

Dosen pengampuh: Drs. H. Zaenal Arifin, M.Pd
Disusun Oleh:
Arum Karisma
Nurul Khurotul Aini
Farah Azizah

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
JAKARTA




KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Syukur Alhamdulillah penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga penulis dapat menyusun makalah MATERI PAI ini tepat pada waktunya. Dan tidak lupa pula Shalawat serta salam kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari masa yang gelap gulita ke masa yang terang benderang ini.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalm kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terimaksih kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna baik dari bentuk penyusunan maupun  materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah kami selanjutnya.

Wassalmu’alaikum Salam Wr.Wb






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam memahami agama islam setidaknya, kita juga dapat menyakini atau beriman kepada malaikat-malaikat Allah. Dalam meyakini akan adanya Malaikat-malaikat Allah kita akan mampu meneguhkan dan dapat mengambil beberapa pelajaran didalamnya yang dapat kita jadikan acuan dalam menjalakan ibadah didalam kehidupan sehari-hari.
Dan didalam mempelajari tentang sifat-sifat Malaikat Allah kita akan lebih banyak mengetahui akan kekuasaan Allah terhadap mahluk-Nya. dan dapat di pelajari akan sifat-sifat dan tugas-tugas malaikat itu sendiri yang sangat berperan dalam penididikan aqidah dan ahlak peserta didik didalam pendidikan.

Didalam pendidikan tentang aqidah dan ahlak peserta didik sangatlah dibutuhkan materi tenntang iman kepada malaikat agar parab peserta didik tahu bahwa Allah maha kuasa atas segalah sesuatu termasuk mahkluk ghaib yang ida ciptakan dari  cahaya yang sangat taat dan mulia itu.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian iman kepada Malaikat?
2.      Bagaimana fungsi dann dalil naqli tentang iman kepada malaikat?
3.      Hakikat iman kepada malaikat ?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN MALAIKAT

Secara etimologis kata malaikah (dalam bahasa indonesia disebut malaikat) adalah bentuk jamak dari malak, berasal  dari mashdar al-alukah artinya ar-risalah (misi atau pesan). Yang membawa pesan disebut ar-rasul (utusan). Dalam bahasa Indonesia kata Malaikat dipakai untuk bentuk tunggal. Bentuk jamaknya menjadi  para Malaikat atau Malaikat-Malaikat. Secara termologis  Malaikat  adalah makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah Swt dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.
Malakikat diciptakan oleh Allah Swt dari cahaya, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah Saw:
خُلِقَتِ اْلمَلاَ ئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَ اْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنَ نَارٍ وَخُلِقَ أَدَ مُ مِماَّوُصِفَ لَكُمْ
Artinya:
“Malaikat itu diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada-mu semua.”(HR. Muslim)
            Dan tentang  kapan Malaikat diciptakan oleh Allah Swt tidak ada penjelasannya. Tapi yang  jelas, Malaikat diciptakan lebih dahulu dari manusia pertama (Adann AS) seperti yang disebutkan oleh Allah Swt dalan surat Al-Baqarah ayat 30:
وَإِذُ قَالَ رَبُكَ لِمَلئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى اْلأَرْضِ خَلِيْفَةً
Artinya:
“ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang Khalifah dimuka bumi..”(Al-Baqarah 2:30)
            Sebagai makhluk ghaib wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, dan diraba, dicium dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia, atau dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indra, kecuali jika Malaikat menapilkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Dalam beberapa ayat dan hadits disebutkan beberapa peristiwa malaikat menjelma menjadi mausia, seperti:
لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيْمَ بِاْلبُشْرَى قَالُوْاسَلَمَ فَمَا لَبِثَ أَنْجَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ فَلَمَّارَأَأَيْدِ يَحُمْ لاَتَصِلُ لِيَهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً قَالُوْالاَتَخَفْ إِنِّ اأَرٌسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوْطٍ
Artinya:
“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (Malaikt-Malaikat) telah datang kepada ibrahim dengan membawa kabar gembira, nereka mengucapkan salam”Selamat”. Ibrahim menjawab “Selamat”. Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging sapi yang dipanggang. Maka takalah dilihanya tangan mereka tidak menjamah-nya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata:”Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah Malaikat-malaikat yang diutus kepada kamu Luth”. (Hud 11:69-70)

وَاذْكُرْفِى اْلكِتَبِ مَرْيَمَ إِذِانْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِحَا مَكَا نًا شَرْقِيًا فَا اْتَخَذَتْ مِنْ دُوْنِحِمْ حَجَابًا فَأَرْ سَلْنَا إِ لَيْهَارُوْحَنَا فَتَمَثَلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيَّا

Artinya:
“Dan ceritakanlah kisah maryam didalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri kepada keluarganya ke suatu tempat di sebelah Timur, maka ia mengadakan takbir (yang dilindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus Ruh kami (Jibril AS)kepadanya, maka ia (Malaikat Jibril itu) menjelma dihadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.” (Maryam 19:16-17)


            Dalam suatu hadits riwayat muslim disebutkan bahwa Malaikat Jibril pernah datang dalam rupa manusia menemui Rasulullah Saw, di saksikan oleh sahabat-sahabat beliau antara lain Umar Bin Khatab dan menanyakan tentang Islam, Iman dan Ihsan serta Sa’ah (kiamat). Setelah Malaikat itu pergi barulah Rasulullah Saw bertanya kepada Umar: “ya Umar tahukah anda siapa yang bertanya tadi?. Umar menjawab:” Allah dan Rasulullah yang lebih tahu. Lalu Rasulullah Saw bersabda:”Sesungguhnya ia adalah Jibril yang datang mengajarkan ad-diin kepada kalian.” (HR. Muslim)

            Malaikat tidak dilengakapi dengan hawa nafsu, tidak memiliki keinginan seperti manusia, tidak berjenis laki-laki dan perempuan dan tidak berkeluarga. Hidup dalam alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini. Yang mengetahui hakekat wujud Malaikat hanyalah Allah Swt.
           
Malaikat adalah Hambah Allah Swt yang Mulia:

وَقَالُوْاانَّخَذَ الرَجْمَنُ وَلَدًا سُبْمحَنَهُ بِلْ عِبَادٌ مُكَرَمُوْنَ

Artinya:
“Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah talah mengambil (mempunyai) anak”. Maha Suci Alla, sebenarnya Malaikat-Malaikat itu adalah Hambah-Hambah yang dimuliakan.” (Al-An biya’ 21:26)
            Malaikat selalu menghambahkan dirinya Kepada Allah Swt dan patuh akan segala perintah-Nya, serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah Swt:

لاَيَسْبِقُوْنَهُ بِاْلقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِه يَعْمَلُوْنَ
Artinya:
“Meraka (Malaikat-Malaikat itu) tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya”. ((Al-anbiya’ 21:27)
 الوَلَهُ مَنْ فِى الْسَّمَوَتِ وَاْلأَرْضِ وَ مَنْ عِنْدَهُ لاَيَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَ تِهِ وَلاَ يَسْتَحْسِرُوْنَ

 Artinya:
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang dilangit dan dibumi. Dan Malaikat-Malaikat yang disisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan pula tidak merasa Letih.” (Al-anbiya’ 21:19)

لاَيَعْصُوْنَ اللهَ ماَ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مًايُؤْمًرُوْنَ

Artinya:
“...Meraka (Malaikat-Malaikat itu) tidak membangkan kepada Allah Swt terhadap segala sesuatu yang Dia perintahkan kepada mereka, dan merekapun selalu melakukan segala sesuatu yang diperintahkan kepada mereka”. (At-Tahrim 66:6)

B.     FUNGSI DAN DALIL NAQLI IMAN KEPADA MALAIKAT

 Begitu banyak fungsi dari beriman kepada  Malaikat Allah Swt, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan ketaatan
Malaikat adalah makhluk Allah yang paling taat, dengan beriman manusia dapat mendorong dirinya untuk senantiasa mendekatkan diri dan disiplin kepada Allah Swt.
2.      Menjaga sikap manusia
Salah satu tugas malaikat adalah mengawasi apa yang dikerjakan oleh manusia, sehingga manusia akan berhati-hati dalam menjalani kehidupan agar terhindar dari dosa.
3.      Berusaha meningkatkan amal ibadah
Ada Malaikat yang menjaga surga dan neraga, dengan mengingat hal ini bisa mendorong manusia untuk meningkatkan amal ibadahnya supaya tidak masuk kedalam neraka.
4.      Menerima rizki yang telah diberikan
Dengan beriman, kita dapat iklas dan merasa bersyukur dengan apa yang sudah diberikan atau kita berikan kepada orang lain karena amal kita akan dicatat oleh Malaikat.
5.      Meningkatkan kesabaran
Iman adalah percaya, saat kita sudah melakukan berbagai usaha namun belum kelihatan hasilnya kita harus percaya pada allah bahwa kerja keras kita akan terbayar.

 Dalil Naqli Beriman Kepada Malaikat Allah

1. QS. Al-Baqarah Ayat 98 

                                         
Surah Al-Baqarah 98

“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)

2. QS. Al-Haqqah Ayat 17

                     

  
   Surah Al-Haqqah Ayat 17
“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al Haqqah: 17)

3. QS. Al-Anbiyaa’ Ayat 19-20
                   
   

Surah Al-Anbiyaa Ayat 19-20
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiyaa’: 19-20)

4. QS. Al-An’Am Ayat 61 

                                

Surah Al-An’Am Ayat 61
“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS. Al An’Am : 61) .

C.     HIKMAH IMAN KEPADA MALAIKAT
Iman kepada Malaikat adala salah satu dari arkanul iman yang tidak boleh sedikitpun bercampur dengan keraguan. Iman kepada Malaikat teremasuk dalam pengertian “ar-birru” (kebijakan) sebagai mana yang dinyatakan oleh Allah Swt:
وَ لَكِنَّ اْلبِرَّ مَنْ امَنَ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اَلأَخِرِ وَاْلملَيْكَهِ       
Artinya:
“Tetapi yang disebut kebijakan itu adalah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta Malaikat....”(Al-Baqarah 2:177)

Dengan beriman kepada malaikat seseorang akan :
1.      Lebih mengenal kesabaran dan kekuasaan Allah Swt yang menciptakan dan menugaskan para malaikat tersebut.
2.      Lebih bersyukur kepada Alaah Swt atas perhatian dan perlindungan-Nya terhadap hamba-hambah-Nya dengan menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu dan mendo’akan hambah-hambah-Nya.
3.      Berusaha berhubungan dengan malaikat dengan jalan mensucikan jiwa, membersihkan hati dan meningkatkan ibadah kepada Allah Swt sehingga seseorang akan sangat beruntung bila termasuk golongan yang dido’akan oleh para Malaikat, sebab do’a Malaikat tidak pernah ditolak oleh Tuhan.
4.      Berusaha selalu berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan, ingat senantiasa kepada Allah Swt, sebab para Malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.
5.      Bertaqwa dan beriman kepada Allah Swt berlomba-lomba dalam kebaikan.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada Malaiakat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka dan bahwa mereka adalah salah satu Makhluk Ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya. Mereka menyembah Allah tidak pernah berdosa. Percaya adanya malaikat, bahwa malaikat itu hamba Allah yang mulia. Malaikat ada 10 yang wajib diketahui.
Begitu banyak fungsi dari beriman kepada  Malaikat Allah Swt, diantaranya adalah sebagai berikut: Meningkatkan ketaatan, Menjaga sikap manusia, Berusaha meningkatkan amal ibadah, Menerima rizki yang telah diberikan, Meningkatkan kesabaran.
Dengan beriman kepada malaikat seseorang akan :
1.      Lebih mengenal kesabaran dan kekuasaan Allah Swt yang menciptakan dan menugaskan para malaikat tersebut.
2.      Lebih bersyukur kepada Alaah Swt atas perhatian dan perlindungan-Nya terhadap hamba-hambah-Nya dengan menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu dan mendo’akan hambah-hambah-Nya.
3.      Berusaha berhubungan dengan malaikat dengan jalan mensucikan jiwa, membersihkan hati dan meningkatkan ibadah kepada Allah Swt sehingga seseorang akan sangat beruntung bila termasuk golongan yang dido’akan oleh para Malaikat, sebab do’a Malaikat tidak pernah ditolak oleh Tuhan.
4.      Berusaha selalu berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan, ingat senantiasa kepada Allah Swt, sebab para Malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.
5.      Bertaqwa dan beriman kepada Allah Swt berlomba-lomba dalam kebaikan.

Daftar Pustaka
Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam, Yoyakarta : LPPI Universitas Muhammadiyah
                         Yogyakarta, 2002.
Kementrian Agama RI, Buku Guru Aqidah Akhlak , MTS VII, Jakarta :
                          Kementrian AgAma, 2014.
Awwalluddin Sifat Dua Puluh, Jakarta : Yayasan Sosial Pendidikan Pengembangan
                          & Penelitian Islam.
Yugi, Dalil Naqli dan Aqli Tentang Iman Kepada Malaikat Allah,  https://www.eduspensa.id/dalil-naqli-dan-aqli-iman-kepada-malaikat-allah/. 2015





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iman kepada malaikat

IMAN KEPADA MALAIKAT Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Materi PAI Senin, 9 Oktober 2017 Ruang: 301 Dosen ...