IMAN KEPADA MALAIKAT
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah: Materi PAI
Senin,
9 Oktober 2017
Ruang:
301
Dosen pengampuh: Drs. H. Zaenal Arifin, M.Pd
Disusun Oleh:
Arum Karisma
Nurul Khurotul Aini
Farah Azizah
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
JAKARTA
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Syukur Alhamdulillah penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga penulis dapat menyusun
makalah MATERI PAI ini tepat pada waktunya. Dan tidak lupa pula Shalawat serta
salam kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah
membawa kita dari masa yang gelap gulita ke masa yang terang benderang ini.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari
bantuan berbagai pihak, untuk itu dalm kesempatan ini penulis menghaturkan rasa
hormat dan terimaksih kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah
ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
semua. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya.
Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah
kami selanjutnya.
Wassalmu’alaikum
Salam Wr.Wb
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam memahami agama islam setidaknya, kita juga dapat menyakini
atau beriman kepada malaikat-malaikat Allah. Dalam meyakini akan adanya
Malaikat-malaikat Allah kita akan mampu meneguhkan dan dapat mengambil beberapa
pelajaran didalamnya yang dapat kita jadikan acuan dalam menjalakan ibadah
didalam kehidupan sehari-hari.
Dan didalam
mempelajari tentang sifat-sifat Malaikat Allah kita akan lebih banyak
mengetahui akan kekuasaan Allah terhadap mahluk-Nya. dan dapat di pelajari akan
sifat-sifat dan tugas-tugas malaikat itu sendiri yang sangat berperan dalam penididikan
aqidah dan ahlak peserta didik didalam pendidikan.
Didalam pendidikan tentang aqidah dan ahlak peserta didik sangatlah
dibutuhkan materi tenntang iman kepada malaikat agar parab peserta didik tahu
bahwa Allah maha kuasa atas segalah sesuatu termasuk mahkluk ghaib yang ida
ciptakan dari cahaya yang sangat taat
dan mulia itu.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian iman kepada Malaikat?
2.
Bagaimana fungsi dann dalil naqli tentang iman
kepada malaikat?
3.
Hakikat iman kepada malaikat ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
MALAIKAT
Secara
etimologis kata malaikah (dalam bahasa indonesia disebut malaikat)
adalah bentuk jamak dari malak, berasal
dari mashdar al-alukah artinya ar-risalah (misi atau
pesan). Yang membawa pesan disebut ar-rasul (utusan). Dalam bahasa
Indonesia kata Malaikat dipakai untuk bentuk tunggal. Bentuk jamaknya
menjadi para Malaikat atau
Malaikat-Malaikat. Secara termologis
Malaikat adalah makhluk ghaib
yang diciptakan oleh Allah Swt dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.
Malakikat
diciptakan oleh Allah Swt dari cahaya, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah
Saw:
خُلِقَتِ اْلمَلاَ ئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَ اْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ
مِنَ نَارٍ وَخُلِقَ أَدَ مُ مِماَّوُصِفَ لَكُمْ
Artinya:
“Malaikat itu
diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari
apa yang telah diterangkan kepada-mu semua.”(HR.
Muslim)
Dan tentang kapan Malaikat diciptakan oleh Allah Swt
tidak ada penjelasannya. Tapi yang
jelas, Malaikat diciptakan lebih dahulu dari manusia pertama (Adann AS)
seperti yang disebutkan oleh Allah Swt dalan surat Al-Baqarah ayat 30:
وَإِذُ
قَالَ رَبُكَ لِمَلئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى اْلأَرْضِ خَلِيْفَةً
Artinya:
“ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak
menciptakan seorang Khalifah dimuka bumi..”(Al-Baqarah
2:30)
Sebagai makhluk ghaib wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar,
dan diraba, dicium dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia, atau dengan kata lain
tidak dapat dijangkau oleh panca indra, kecuali jika Malaikat menapilkan diri
dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Dalam beberapa ayat dan hadits
disebutkan beberapa peristiwa malaikat menjelma menjadi mausia, seperti:
لَقَدْ جَاءَتْ
رُسُلُنَا إِبْرَاهِيْمَ بِاْلبُشْرَى قَالُوْاسَلَمَ فَمَا لَبِثَ أَنْجَاءَ
بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ فَلَمَّارَأَأَيْدِ يَحُمْ لاَتَصِلُ لِيَهِ نَكِرَهُمْ
وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً قَالُوْالاَتَخَفْ إِنِّ اأَرٌسِلْنَا إِلَى قَوْمِ
لُوْطٍ
Artinya:
“Dan
sesungguhnya utusan-utusan Kami (Malaikt-Malaikat) telah datang kepada ibrahim
dengan membawa kabar gembira, nereka mengucapkan salam”Selamat”. Ibrahim
menjawab “Selamat”. Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging sapi
yang dipanggang. Maka takalah dilihanya tangan mereka tidak menjamah-nya,
Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka.
Malaikat itu berkata:”Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah
Malaikat-malaikat yang diutus kepada kamu Luth”. (Hud 11:69-70)
وَاذْكُرْفِى
اْلكِتَبِ مَرْيَمَ إِذِانْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِحَا مَكَا نًا شَرْقِيًا فَا
اْتَخَذَتْ مِنْ دُوْنِحِمْ حَجَابًا فَأَرْ سَلْنَا إِ لَيْهَارُوْحَنَا
فَتَمَثَلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيَّا
Artinya:
“Dan
ceritakanlah kisah maryam didalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri
kepada keluarganya ke suatu tempat di sebelah Timur, maka ia mengadakan takbir
(yang dilindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus Ruh kami (Jibril
AS)kepadanya, maka ia (Malaikat Jibril itu) menjelma dihadapannya dalam bentuk
manusia yang sempurna.” (Maryam 19:16-17)
Dalam suatu hadits riwayat muslim
disebutkan bahwa Malaikat Jibril pernah datang dalam rupa manusia menemui
Rasulullah Saw, di saksikan oleh sahabat-sahabat beliau antara lain Umar Bin
Khatab dan menanyakan tentang Islam, Iman dan Ihsan serta Sa’ah (kiamat).
Setelah Malaikat itu pergi barulah Rasulullah Saw bertanya kepada Umar: “ya
Umar tahukah anda siapa yang bertanya tadi?. Umar menjawab:” Allah dan
Rasulullah yang lebih tahu. Lalu Rasulullah Saw bersabda:”Sesungguhnya ia
adalah Jibril yang datang mengajarkan ad-diin kepada kalian.” (HR. Muslim)
Malaikat tidak dilengakapi dengan
hawa nafsu, tidak memiliki keinginan seperti manusia, tidak berjenis laki-laki
dan perempuan dan tidak berkeluarga. Hidup dalam alam yang berbeda dengan
kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini. Yang mengetahui hakekat wujud
Malaikat hanyalah Allah Swt.
Malaikat adalah
Hambah Allah Swt yang Mulia:
وَقَالُوْاانَّخَذَ
الرَجْمَنُ وَلَدًا سُبْمحَنَهُ بِلْ عِبَادٌ مُكَرَمُوْنَ
Artinya:
“Dan mereka
berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah talah mengambil (mempunyai) anak”. Maha Suci
Alla, sebenarnya Malaikat-Malaikat itu adalah Hambah-Hambah yang dimuliakan.”
(Al-An biya’ 21:26)
Malaikat selalu menghambahkan
dirinya Kepada Allah Swt dan patuh akan segala perintah-Nya, serta tidak pernah
berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah Swt:
لاَيَسْبِقُوْنَهُ
بِاْلقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِه يَعْمَلُوْنَ
Artinya:
“Meraka
(Malaikat-Malaikat itu) tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka
mengerjakan perintah-perintah-Nya”. ((Al-anbiya’ 21:27)
الوَلَهُ مَنْ فِى الْسَّمَوَتِ وَاْلأَرْضِ وَ مَنْ عِنْدَهُ لاَيَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَ تِهِ وَلاَ يَسْتَحْسِرُوْنَ
الوَلَهُ مَنْ فِى الْسَّمَوَتِ وَاْلأَرْضِ وَ مَنْ عِنْدَهُ لاَيَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَ تِهِ وَلاَ يَسْتَحْسِرُوْنَ
Artinya:
“Dan
kepunyaan-Nyalah segala yang dilangit dan dibumi. Dan Malaikat-Malaikat yang
disisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan pula
tidak merasa Letih.” (Al-anbiya’ 21:19)
لاَيَعْصُوْنَ
اللهَ ماَ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مًايُؤْمًرُوْنَ
Artinya:
“...Meraka
(Malaikat-Malaikat itu) tidak membangkan kepada Allah Swt terhadap segala
sesuatu yang Dia perintahkan kepada mereka, dan merekapun selalu melakukan
segala sesuatu yang diperintahkan kepada mereka”. (At-Tahrim 66:6)
B.
FUNGSI DAN
DALIL NAQLI IMAN KEPADA MALAIKAT
Begitu banyak fungsi dari beriman kepada Malaikat Allah Swt, diantaranya adalah
sebagai berikut:
1.
Meningkatkan
ketaatan
Malaikat adalah makhluk Allah yang paling taat, dengan beriman
manusia dapat mendorong dirinya untuk senantiasa mendekatkan diri dan disiplin
kepada Allah Swt.
2.
Menjaga sikap
manusia
Salah satu tugas malaikat adalah mengawasi apa yang dikerjakan oleh
manusia, sehingga manusia akan berhati-hati dalam menjalani kehidupan agar
terhindar dari dosa.
3.
Berusaha
meningkatkan amal ibadah
Ada Malaikat yang menjaga surga dan neraga, dengan mengingat hal
ini bisa mendorong manusia untuk meningkatkan amal ibadahnya supaya tidak masuk
kedalam neraka.
4.
Menerima rizki
yang telah diberikan
Dengan beriman, kita dapat iklas dan merasa bersyukur dengan apa
yang sudah diberikan atau kita berikan kepada orang lain karena amal kita akan
dicatat oleh Malaikat.
5.
Meningkatkan
kesabaran
Iman adalah percaya, saat kita sudah melakukan berbagai usaha namun
belum kelihatan hasilnya kita harus percaya pada allah bahwa kerja keras kita
akan terbayar.
Dalil Naqli
Beriman Kepada Malaikat Allah
1. QS. Al-Baqarah Ayat 98
Surah
Al-Baqarah 98
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya,
rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh
orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)
2. QS. Al-Haqqah Ayat 17
Surah Al-Haqqah Ayat 17
“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan
pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala)
mereka.” (QS. Al Haqqah: 17)
3. QS. Al-Anbiyaa’ Ayat 19-20
Surah
Al-Anbiyaa Ayat 19-20
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan
malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk
menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan
siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiyaa’: 19-20)
4. QS. Al-An’Am Ayat 61
Surah
Al-An’Am Ayat 61
“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua
hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila
datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh
malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan
kewajibannya.” (QS. Al An’Am : 61) .
C.
HIKMAH IMAN
KEPADA MALAIKAT
Iman
kepada Malaikat adala salah satu dari arkanul iman yang tidak boleh sedikitpun
bercampur dengan keraguan. Iman kepada Malaikat teremasuk dalam pengertian “ar-birru”
(kebijakan) sebagai mana yang dinyatakan oleh Allah Swt:
وَ لَكِنَّ اْلبِرَّ مَنْ امَنَ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اَلأَخِرِ
وَاْلملَيْكَهِ
Artinya:
“Tetapi yang
disebut kebijakan itu adalah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir
serta Malaikat....”(Al-Baqarah 2:177)
Dengan beriman
kepada malaikat seseorang akan :
1.
Lebih mengenal
kesabaran dan kekuasaan Allah Swt yang menciptakan dan menugaskan para malaikat
tersebut.
2.
Lebih bersyukur
kepada Alaah Swt atas perhatian dan perlindungan-Nya terhadap hamba-hambah-Nya
dengan menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu dan mendo’akan
hambah-hambah-Nya.
3.
Berusaha
berhubungan dengan malaikat dengan jalan mensucikan jiwa, membersihkan hati dan
meningkatkan ibadah kepada Allah Swt sehingga seseorang akan sangat beruntung
bila termasuk golongan yang dido’akan oleh para Malaikat, sebab do’a Malaikat
tidak pernah ditolak oleh Tuhan.
4.
Berusaha selalu
berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan, ingat senantiasa kepada Allah
Swt, sebab para Malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.
5.
Bertaqwa dan
beriman kepada Allah Swt berlomba-lomba dalam kebaikan.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman adalah bagian dari
Rukun Iman. Iman kepada Malaiakat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat,
walaupun kita tidak dapat melihat mereka dan bahwa mereka adalah salah satu
Makhluk Ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah
Allah dan selalu taat kepada-Nya. Mereka menyembah Allah tidak pernah berdosa.
Percaya adanya malaikat, bahwa malaikat itu hamba Allah yang mulia. Malaikat
ada 10 yang wajib diketahui.
Begitu banyak
fungsi dari beriman kepada Malaikat Allah
Swt, diantaranya adalah sebagai berikut: Meningkatkan ketaatan, Menjaga sikap
manusia, Berusaha meningkatkan amal ibadah, Menerima rizki yang telah diberikan,
Meningkatkan kesabaran.
Dengan beriman
kepada malaikat seseorang akan :
1.
Lebih mengenal
kesabaran dan kekuasaan Allah Swt yang menciptakan dan menugaskan para malaikat
tersebut.
2.
Lebih bersyukur
kepada Alaah Swt atas perhatian dan perlindungan-Nya terhadap hamba-hambah-Nya
dengan menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu dan mendo’akan hambah-hambah-Nya.
3.
Berusaha
berhubungan dengan malaikat dengan jalan mensucikan jiwa, membersihkan hati dan
meningkatkan ibadah kepada Allah Swt sehingga seseorang akan sangat beruntung
bila termasuk golongan yang dido’akan oleh para Malaikat, sebab do’a Malaikat
tidak pernah ditolak oleh Tuhan.
4.
Berusaha selalu
berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan, ingat senantiasa kepada Allah
Swt, sebab para Malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.
5.
Bertaqwa dan
beriman kepada Allah Swt berlomba-lomba dalam kebaikan.
Daftar Pustaka
Yunahar
Ilyas, Kuliah Aqidah Islam, Yoyakarta
: LPPI Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta, 2002.
Kementrian
Agama RI, Buku Guru Aqidah Akhlak , MTS
VII, Jakarta :
Kementrian AgAma,
2014.
Awwalluddin
Sifat Dua Puluh, Jakarta : Yayasan Sosial Pendidikan Pengembangan
& Penelitian
Islam.
Yugi,
Dalil Naqli dan Aqli Tentang Iman Kepada Malaikat Allah, https://www.eduspensa.id/dalil-naqli-dan-aqli-iman-kepada-malaikat-allah/. 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar